Tampilkan postingan dengan label beautiful things. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beautiful things. Tampilkan semua postingan

3.05.2011

Aozora ni...

Diposting oleh mii di 21.45 0 komentar
Karna hari ini cuacanya lagi bagus, warna langit Jakarta juga lagi indah-indahnya. Langsung gue ambil kamera, jepret-jepret! Sebenernya gue tertarik sama bentuk-bentuk awannya, subhanallah bagus-bagus pisan euy!

Gambar-gambar ini gue ambil dari balkon, jadi wajar aja angle-nya terbatas. Kalo mandangin ke atas terus, kebayang lagunya Rie Fu yang judulnya I Wanna Go to a Place. Damai banget~








9.27.2010

Look the Beautiful Moon!

Diposting oleh mii di 19.34 0 komentar

Indah banget kan?

Ini bulan purnama di atas Kota New York. Aku selalu suka liat bulan penuh di atas lampu-lampu kota. Apalagi ini di atas New York yang pemandangan malamnya udah ketauan awesome. Like a piece of Rie Fu's song lyric Tsuki no Ue "I climb as far as I can above the moon, look down beneath me, and glare at the light of the city."

Dari artikel kompas.com yang aku baca, Wapres kita Pak Budiono lagi berkunjung ke New York atas kepentingan kenegaraan. Udah selama lima bulan terakhir ini beliau dua kali ke sana. Dan dalam kedua lawatan itu beliau bisa liat pemandangan bulan purnama di NY kayak foto di atas.

Wah, kapan-kapan kalo ke NY lagi ajak saya dong, Pak! xP

source: kompas.com

7.12.2010

The Win Winner: Viva Espana!

Diposting oleh mii di 16.05 0 komentar
This is the winning team of FIFA World Cup 2010: SPAIN!!! Viva la Furia Roja!! \(>o<)/

Senengnya Spanyol bisa menang. Gue bangga banget atas kemenangan ini karena gue emang dukung mereka dari awal. Gue nggak ragu sedikit pun sama mereka. Karena emang sih mereka adalah salah satu tim yang diunggulkan dan jadi favorit juara, mengingat mereka adalah Juara Piala Eropa 2008. Mulai saat itu gue jagoin mereka untuk jadi Juara Dunia.

Kekalahan tim Spanyol dari Swiss di awal babak penyisihan grup segera aja dijadikan pelajaran untuk bekerja lebih baik lagi. Melihat performanya yang makin baik di tiap pertandingan bikin gue semakin yakin Spanyol bisa benar-benar jadi World Champion. Dan ya, kerja keras itu akhirnya terbayar dengan kemenangan membanggakan ini.

Spanyol yang sepanjang sejarah Piala Dunia belum pernah sekalipun mencicipi kebanggaan untuk mengangkat trofi World Cup ini nggak pernah putus asa ataupun pesimis. Seperti tulisan pada tronton yang membawa mereka keliling kota Madrid setelah pulang dari Johannesburg, "CAMPEONE. Imposible is nothing". Itu membuktikan bahwa untuk jadi juara bukanlah hal mustahil. Dengan kerja keras, harapan, dan semangat tinggi, mereka bisa meraihnya. Kini, mereka bukan lagi cuma bertitel penguasa sepak bola Eropa, tapi juga dunia. Congrats, Senora! Viva Espana!!

Moment angkat trofi yang biasanya dilakukan oleh kapten tim. Bangganya bisa liat tim kesayangan teriak atas kemenangan mereka.


David Villa mencium piala dunia dengan bangganya. Itu pantas buatnya sebagai bayaran atas kerja kerasnya membawa Spanyol sampai ke final.


Si pencetak gol yang memberikan kemenangan buat El Matador, Andres Iniesta (Inuyasha-kun xDD)


Gerard Pique, disiram champagne oleh Puyol. Duo pemain belakang yang selalu bisa diandalkan. Love you, Senora (^.^)v

Mr.Coach, Vincente del Bosque, Si Opah yang punya strategi luar biasa. Opah, tanpamu juga Spanyol nggak jadi juara dunia. Gracias, Opah~


The Captain Iker Casillas. Berkat kerja kerasnya di bawah mistar gawang, Spanyol main bersih dengan catatan hanya kebobol dua gol dari seluruh pertandingan di Afsel!


El Matador disambut di Madrid. What a great team! Good job everybody! Impossible is nothing.



image from Yahoo! Sports

12.30.2009

Pesona Negeri Sakura Di Atas Kain

Diposting oleh mii di 21.20 0 komentar
Kimono pasti bukan barang asing bagi kita. Semua tahu pakaian tradisional ini berasal dari Jepang. Dan ternyata pesona tekstil Negeri Sakura bukan cuma itu lho! Mereka juga punya teknik jumputan di atas kain yang luar biasa indahnya! Karya-karya itu saya lihat di event Indonesia Jepang Textile Exhibition, yang digelar di Museum Tekstil, Petamburan, Jakarta Pusat, mulai tanggal 7 sampai 13 Desember lalu.

Saya dateng pas hari terakhir, dan itu pun di jam-jam yang udah hampir tutup. Sebenarnya waktu itu, saya dateng ke sana nggak semata-mata buat ke event ini. Memang saya dan tim drama dari kampus lagi ada take gambar di lokasi tersebut. Produser saya bilang sehari sebelumnya, kalau di Museum Tekstil itu lagi ada event tentang Jepang. Wah! Pas banget kan! Jadi mumpung temen-temen tim saya lagi siap-siap take, saya jalan-jalan dulu di dalam museum. XD

Begitu masuk ke ruangan museum, saya langsung terkagum-kagum dengan Jumputan Bunga Sakura Di Malam Hari yang Diterangi Cahaya Obor. Kain ini menggambarkan pohon sakura yang dilihat saat seseorang mendongak dari bawah pohon tersebut. Dahan pohon sakura terlihat indah karena diterangi oleh cahaya obor. Motif ini mengilustrasikan kombinasi 3 pemandangan indah di pohon sakura yang terlihat dari jauh. Motif bunga sakura-nya diambil dari pohon sakura di Taman Maruyama, kelopaknya digambarkan secara mendetail satu per satu. Jumputan indah bunga sakura ini dilukiskan di atas kain berbahan tapestri sutra, dan berukuran lebar 6,5 meter dan tinggi 3 meter. Wow! Besar banget!



Karya ini utamanya dibuat menggunakan teknik baru pembuatan jumputan yang dipadukan dengan 10 jenis teknik yang diwariskan secara turun temurun sejak zaman dulu. Diselesaikan dalam waktu 1 tahun 3 bulan oleh para anggota Kyoto Shibori Kougei Kan (Asosiasi Jumputan Kyoto). Waduh waduh! Lama juga bikinnya… (^.^)'
Tapi hasilnya bagus banget dan kelihatan seperti pohon sakura di malam hari betulan! Sugoi! Saya jadi ngerasa lagi berdiri di bawah pohon sakura. XD

Nggak sampai di situ kekaguman saya, masih ada Gozan no Okuribi (Jumputan Tsujigahana), lukisan huruf-huruf kanji yang menyala di langit malam dengan latar belakang gunung. Gozan no Okuribi adalah ritual tradisional yang diadakan di Kyoto setiap tahun pada musim panas, dengan cara membuat api (okuribi) yang berbentuk 5 huruf kanji berukuran besar di atas gunung yang mengelilingi kota Kyoto. Dengan adanya api tersebut, memunculkan persepsi seolah-olah gunung di belakangnya itu tidak nyata, dengan pemandangan malam kota Kyoto yang membentang di bawahnya.

Dengan jenis kain dan ukuran yang sama dengan motif bunga sakura tadi, motif Gozan no Okuribi dibuat dengan teknik jumputan Kyokanoko. Teknik pembuatannya difokuskan pada pemerasan dengan teknik tsujigahana yang dibuat oleh 40 orang anggota Kyoto Shibori Kougei Kan. Pengerjaannya bahkan memakan waktu lebih lama lagi, yakni 2 tahun! Duh duh… but, the awesome finishing!


-->
Saya hampir ngiler liat-liat berbagai macam kimono yang dipamerin di sini. Semuanya kimono yang dibuat dengan motif yang keren-keren banget. Cek deh yang satu ini! Kimono ini dibuat dengan teknik jumputan Tsujigahana. Nggak seperti teknik Kanoko Shibori yang menekankan pada keindahan yang muncul dari teknik tersebut, Tsujigahana menganggap teknik jumputan kain sebagai salah satu cara untuk mendapatkan bentuk dari motif itu sendiri. Bangus banget kan! ^^

-->Masih banyak lagi kimono dengan motif yang unik dan bikin matamu nggak beralih saking kagum dengan keindahannya. Salah satunya furisode, yaitu kimono formal untuk wanita dewasa yang belum menikah. Lengannya panjang menjuntai dan berwarna cerah, biasanya dikenakan saat menghadiri pesta pernikahan, wisuda, atau upacara tradisional lainnya. Furisode antik berawal sejak periode Showa. Sulaman dan detil motifnya sangat hidup! Wow!

-->
Ada juga pakaian pernikahan, namanya Uchikake. Motifnya penuh dengan detail hiasan, berkesan sebagai ucapan selamat seperti gambar burung bangau dan bunga teratai. Tampilan ini semakin sempurna karena sulaman yang rumit, dan dilukis dengan tangan. Sugoi! Uchikake merupakan jubah tanpa obi, dengan ujung di bagian belakang yang menjuntai dan menyeret di lantai. Wah… boleh juga nih buat wedding dress bagi kalian yang punya plan nikah dengan adat Japanese. XP

-->Di sisi lain, batik pun nggak mau ketinggalan tentunya! Beberapa motif batik tradisional dipamerkan. Tapi nggak cuma itu, masih ada motif kain dari berbagai pelosok Indonesia, yang juga nggak kalah keren dan nggak kalah indah sama motif Japanese. Hm, sayangnya event ini cuma diadakan selama satu minggu.

-->
Jalan-jalan di dalam Museum Tekstil sore itu nggak terasa deh saking asiknya! XD
Saya baru sadar kalau museumnya udah mau ditutup. Tapi berhubung masih ada beberapa pengunjung yang dateng, jadi puas-puasin dulu deh foto-fotonya. Hehe~ Bagusnya event ini sering-sering diadain. Supaya pemahaman kita akan seni dan budaya dalam negeri dan juga luar negeri bisa makin luas.

10.18.2009

Keliling Indonesia dalam Satu Hari!

Diposting oleh mii di 21.28 0 komentar
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya sih waktu hari pertama Lebaran, saya jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Waktu itu cuma sempet foto-foto nggak jelas karena acaranya pun dadakan. Hehe…

Dan hari Minggu kemarin, saya kembali ke sana bersama kedua teman saya. Tapi kunjungan kami kali ini nggak sekedar untuk berfoto-foto narsis. Untuk kali ini perjalanan kami bisa dibilang jadi study tour, soalnya dapet banyak wawasan :D
Memang nggak semua tempat kami kunjungi, tahu sendiri kan Taman Mini kita segede apa! Untungnya kemarin kami bawa sepeda motor, lumayanlah nggak pegel XD

Tempat pertama yang kami datangi adalah Anjungan Kalimantan Timur. Sebelumnya, kami sempet bingung mau ke mana, malah sempet muter-muter nggak jelas sampai saya pegel sendiri meskipun bawa motor, lagi pula matahari lagi panas-panasnya!

Kembali ke cerita, di anjungan itu sebenarnya (lagi-lagi) kami cuma foto-foto nggak jelas XD
Sayangnya nggak ada tour guide gratis yang bisa jelasin ini-itu. Jadi cukup tahu lah seperti apa bentuk rumah adat di Kal-Tim. Sudah puas jeprat-jepret di sana, kami pergi ke anjungan lain. Saya minta temen-temen ke anjungan kampung halaman saya, Sulawesi Tengah. Dan untungnya letaknya nggak jauh dari anjungan pertama. Yokatta! Sama seperti pertama, nggak ada tour guide jadi cuma ngabisin memori kamera digital dengan gaya-gaya narsis kami hehehe~

Perut memang nggak bisa kompromi, jadi kami langsung cari tempat makan sekalian istirahat. Begitu semua kelar, kami langsung ke anjungan terdekat, Papua! Letaknya bahkan deket banget dari tempat makan kami, cuma di seberang jalan.
Berbeda dari anjungan lain, di sini ada seorang yang berdandan (atau memang suku asli) Papua. Dia duduk di dalam rumah adatnya yang dibentuk dari susunan papan dan beratapkan ijuk, sedang menggetok-getok sesuatu. Sayangnya untuk foto sama dia, kami harus keluar biaya 5 ribu rupiah. Memang dasar nggak pengen keluar duit, saya curi-curi kesempatan foto orang itu hehe… berhasil! XD
Di anjungan ini juga ada sebatang pohon beringin yang ditanam oleh Mrs. Joan Adams Mondale, istri wakil Presiden Amerika, pada 6 Mei 1978. Ajaib juga untuk pohon yang usianya sudah lebih dari 30 tahun memiliki batang yang tetap berukuran kecil, dan dibentuk jadi bonsai raksasa. Kalau penasaran, silakan lihat sendiri! ^^
Tujuan selanjutnya, Taman Burung! Dan bagusnya, letaknya juga nggak jauh dari anjungan Papua, dan memang cuma di depannya kok. Kayaknya hari ini kami lagi beruntung, tiket masuk dapet potongan harga, yang tadinya per orang dikenakan biaya 10 ribu rupiah, kemarin itu kami cukup bayar setengah harga! Tapi itu karena memang kami datang sore haha…
Di Taman Burung sepi banget, cuma ada sepasang pengunjung lain selain kami bertiga. Di sana berisi cukup banyak spesies unggas, ada sekitar 200 jenis yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri. Di antaranya elang, kakak tua, burung hantu, gagak, ayam mutiara, bangau, cendrawasih, merak.
Nggak jauh dari pintu masuk kandang burung raksasa, kami menemukan seekor burung merak jantan. Senangnya waktu dia mengembangkan ekornya yang terkenal indah dan menawan itu! Nggak mau sia-siain kesempatan, saya langsung ambil kamera dan mulai jepret-jepret. Dia memutar ke kanan, ke kiri, seolah tahu dia lagi difoto :D sugoi! Indah banget! Sayangnya saya nggak bisa foto deket-deket mereka T-T, mereka agak sulit didekati.
Rupanya merak itu lagi memikat merak betina di depannya. Dia berusaha menarik perhatian si betina dengan keindahan ekornya. Cantik sekali! Sayangnya itu cuma dilakukannya saat musim kawin, hanya sekitar 6 bulan. Setelah itu bulu-bulunya akan rontok, hingga tumbuh kembali setelah 6 bulan berikutnya. Merak yang habitatnya di Pulau Jawa punya ciri khas dengan warna bulunya yang hijau, sedangkan merak yang berasal dari negara lain, Malaysia misalnya, warnanya lebih kebiruan.
Ada lagi satu unggas yang membuat kami tertarik, ayam mutiara. Tubuhnya mirip ayam potong yang berbentuk agak bulat dan gemuk, dengan jengger yang sedikit lebih panjang dan lebih merah dari ayam biasa. Bulunya hitam keabuan dan putih. Habitatnya di Afrika, di Papua juga sudah ada.
Berhubung hari sudah sore, kami pun memutuskan untuk pulang. Padahal saya masih ingin lihat-lihat lebih banyak lagi spesies-spesies unggas itu. Lucunya, ada seekor burung kakak tua yang menyebut-nyebut nama temen saya hahaha…

Perjalanan ini cukup menyenangkan. Kami yang tadinya datang cuma dengan niat foto-foto, malah dapet ilmu. Memang banyak yang bisa kamu dapatin di TMII. Sayangnya tempat itu kayaknya masih lebih diminati buat pacaran dan sekedar rekreasi aja. Ya, kami lah salah satu contohnya XD. Tapi dari sana kami banyak belajar. Lain kali mau datang ke TMII lagi, mungkin dengan tujuan study tour beneran. ^^
Kalau kamu punya impian keliling Indonesia yang belum kesampaian, datang aja ke TMII. Semua tentang Indonesia ada di sini, mulai dari geografis, budaya, kesenian, sejarah, dan masih banyak lagi (kesannya jadi promosi XD). Karena saya cinta Indonesia! ;)
Tampilkan postingan dengan label beautiful things. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beautiful things. Tampilkan semua postingan

3.05.2011

Aozora ni...

Diposting oleh mii di 21.45 0 komentar
Karna hari ini cuacanya lagi bagus, warna langit Jakarta juga lagi indah-indahnya. Langsung gue ambil kamera, jepret-jepret! Sebenernya gue tertarik sama bentuk-bentuk awannya, subhanallah bagus-bagus pisan euy!

Gambar-gambar ini gue ambil dari balkon, jadi wajar aja angle-nya terbatas. Kalo mandangin ke atas terus, kebayang lagunya Rie Fu yang judulnya I Wanna Go to a Place. Damai banget~








9.27.2010

Look the Beautiful Moon!

Diposting oleh mii di 19.34 0 komentar

Indah banget kan?

Ini bulan purnama di atas Kota New York. Aku selalu suka liat bulan penuh di atas lampu-lampu kota. Apalagi ini di atas New York yang pemandangan malamnya udah ketauan awesome. Like a piece of Rie Fu's song lyric Tsuki no Ue "I climb as far as I can above the moon, look down beneath me, and glare at the light of the city."

Dari artikel kompas.com yang aku baca, Wapres kita Pak Budiono lagi berkunjung ke New York atas kepentingan kenegaraan. Udah selama lima bulan terakhir ini beliau dua kali ke sana. Dan dalam kedua lawatan itu beliau bisa liat pemandangan bulan purnama di NY kayak foto di atas.

Wah, kapan-kapan kalo ke NY lagi ajak saya dong, Pak! xP

source: kompas.com

7.12.2010

The Win Winner: Viva Espana!

Diposting oleh mii di 16.05 0 komentar
This is the winning team of FIFA World Cup 2010: SPAIN!!! Viva la Furia Roja!! \(>o<)/

Senengnya Spanyol bisa menang. Gue bangga banget atas kemenangan ini karena gue emang dukung mereka dari awal. Gue nggak ragu sedikit pun sama mereka. Karena emang sih mereka adalah salah satu tim yang diunggulkan dan jadi favorit juara, mengingat mereka adalah Juara Piala Eropa 2008. Mulai saat itu gue jagoin mereka untuk jadi Juara Dunia.

Kekalahan tim Spanyol dari Swiss di awal babak penyisihan grup segera aja dijadikan pelajaran untuk bekerja lebih baik lagi. Melihat performanya yang makin baik di tiap pertandingan bikin gue semakin yakin Spanyol bisa benar-benar jadi World Champion. Dan ya, kerja keras itu akhirnya terbayar dengan kemenangan membanggakan ini.

Spanyol yang sepanjang sejarah Piala Dunia belum pernah sekalipun mencicipi kebanggaan untuk mengangkat trofi World Cup ini nggak pernah putus asa ataupun pesimis. Seperti tulisan pada tronton yang membawa mereka keliling kota Madrid setelah pulang dari Johannesburg, "CAMPEONE. Imposible is nothing". Itu membuktikan bahwa untuk jadi juara bukanlah hal mustahil. Dengan kerja keras, harapan, dan semangat tinggi, mereka bisa meraihnya. Kini, mereka bukan lagi cuma bertitel penguasa sepak bola Eropa, tapi juga dunia. Congrats, Senora! Viva Espana!!

Moment angkat trofi yang biasanya dilakukan oleh kapten tim. Bangganya bisa liat tim kesayangan teriak atas kemenangan mereka.


David Villa mencium piala dunia dengan bangganya. Itu pantas buatnya sebagai bayaran atas kerja kerasnya membawa Spanyol sampai ke final.


Si pencetak gol yang memberikan kemenangan buat El Matador, Andres Iniesta (Inuyasha-kun xDD)


Gerard Pique, disiram champagne oleh Puyol. Duo pemain belakang yang selalu bisa diandalkan. Love you, Senora (^.^)v

Mr.Coach, Vincente del Bosque, Si Opah yang punya strategi luar biasa. Opah, tanpamu juga Spanyol nggak jadi juara dunia. Gracias, Opah~


The Captain Iker Casillas. Berkat kerja kerasnya di bawah mistar gawang, Spanyol main bersih dengan catatan hanya kebobol dua gol dari seluruh pertandingan di Afsel!


El Matador disambut di Madrid. What a great team! Good job everybody! Impossible is nothing.



image from Yahoo! Sports

12.30.2009

Pesona Negeri Sakura Di Atas Kain

Diposting oleh mii di 21.20 0 komentar
Kimono pasti bukan barang asing bagi kita. Semua tahu pakaian tradisional ini berasal dari Jepang. Dan ternyata pesona tekstil Negeri Sakura bukan cuma itu lho! Mereka juga punya teknik jumputan di atas kain yang luar biasa indahnya! Karya-karya itu saya lihat di event Indonesia Jepang Textile Exhibition, yang digelar di Museum Tekstil, Petamburan, Jakarta Pusat, mulai tanggal 7 sampai 13 Desember lalu.

Saya dateng pas hari terakhir, dan itu pun di jam-jam yang udah hampir tutup. Sebenarnya waktu itu, saya dateng ke sana nggak semata-mata buat ke event ini. Memang saya dan tim drama dari kampus lagi ada take gambar di lokasi tersebut. Produser saya bilang sehari sebelumnya, kalau di Museum Tekstil itu lagi ada event tentang Jepang. Wah! Pas banget kan! Jadi mumpung temen-temen tim saya lagi siap-siap take, saya jalan-jalan dulu di dalam museum. XD

Begitu masuk ke ruangan museum, saya langsung terkagum-kagum dengan Jumputan Bunga Sakura Di Malam Hari yang Diterangi Cahaya Obor. Kain ini menggambarkan pohon sakura yang dilihat saat seseorang mendongak dari bawah pohon tersebut. Dahan pohon sakura terlihat indah karena diterangi oleh cahaya obor. Motif ini mengilustrasikan kombinasi 3 pemandangan indah di pohon sakura yang terlihat dari jauh. Motif bunga sakura-nya diambil dari pohon sakura di Taman Maruyama, kelopaknya digambarkan secara mendetail satu per satu. Jumputan indah bunga sakura ini dilukiskan di atas kain berbahan tapestri sutra, dan berukuran lebar 6,5 meter dan tinggi 3 meter. Wow! Besar banget!



Karya ini utamanya dibuat menggunakan teknik baru pembuatan jumputan yang dipadukan dengan 10 jenis teknik yang diwariskan secara turun temurun sejak zaman dulu. Diselesaikan dalam waktu 1 tahun 3 bulan oleh para anggota Kyoto Shibori Kougei Kan (Asosiasi Jumputan Kyoto). Waduh waduh! Lama juga bikinnya… (^.^)'
Tapi hasilnya bagus banget dan kelihatan seperti pohon sakura di malam hari betulan! Sugoi! Saya jadi ngerasa lagi berdiri di bawah pohon sakura. XD

Nggak sampai di situ kekaguman saya, masih ada Gozan no Okuribi (Jumputan Tsujigahana), lukisan huruf-huruf kanji yang menyala di langit malam dengan latar belakang gunung. Gozan no Okuribi adalah ritual tradisional yang diadakan di Kyoto setiap tahun pada musim panas, dengan cara membuat api (okuribi) yang berbentuk 5 huruf kanji berukuran besar di atas gunung yang mengelilingi kota Kyoto. Dengan adanya api tersebut, memunculkan persepsi seolah-olah gunung di belakangnya itu tidak nyata, dengan pemandangan malam kota Kyoto yang membentang di bawahnya.

Dengan jenis kain dan ukuran yang sama dengan motif bunga sakura tadi, motif Gozan no Okuribi dibuat dengan teknik jumputan Kyokanoko. Teknik pembuatannya difokuskan pada pemerasan dengan teknik tsujigahana yang dibuat oleh 40 orang anggota Kyoto Shibori Kougei Kan. Pengerjaannya bahkan memakan waktu lebih lama lagi, yakni 2 tahun! Duh duh… but, the awesome finishing!


-->
Saya hampir ngiler liat-liat berbagai macam kimono yang dipamerin di sini. Semuanya kimono yang dibuat dengan motif yang keren-keren banget. Cek deh yang satu ini! Kimono ini dibuat dengan teknik jumputan Tsujigahana. Nggak seperti teknik Kanoko Shibori yang menekankan pada keindahan yang muncul dari teknik tersebut, Tsujigahana menganggap teknik jumputan kain sebagai salah satu cara untuk mendapatkan bentuk dari motif itu sendiri. Bangus banget kan! ^^

-->Masih banyak lagi kimono dengan motif yang unik dan bikin matamu nggak beralih saking kagum dengan keindahannya. Salah satunya furisode, yaitu kimono formal untuk wanita dewasa yang belum menikah. Lengannya panjang menjuntai dan berwarna cerah, biasanya dikenakan saat menghadiri pesta pernikahan, wisuda, atau upacara tradisional lainnya. Furisode antik berawal sejak periode Showa. Sulaman dan detil motifnya sangat hidup! Wow!

-->
Ada juga pakaian pernikahan, namanya Uchikake. Motifnya penuh dengan detail hiasan, berkesan sebagai ucapan selamat seperti gambar burung bangau dan bunga teratai. Tampilan ini semakin sempurna karena sulaman yang rumit, dan dilukis dengan tangan. Sugoi! Uchikake merupakan jubah tanpa obi, dengan ujung di bagian belakang yang menjuntai dan menyeret di lantai. Wah… boleh juga nih buat wedding dress bagi kalian yang punya plan nikah dengan adat Japanese. XP

-->Di sisi lain, batik pun nggak mau ketinggalan tentunya! Beberapa motif batik tradisional dipamerkan. Tapi nggak cuma itu, masih ada motif kain dari berbagai pelosok Indonesia, yang juga nggak kalah keren dan nggak kalah indah sama motif Japanese. Hm, sayangnya event ini cuma diadakan selama satu minggu.

-->
Jalan-jalan di dalam Museum Tekstil sore itu nggak terasa deh saking asiknya! XD
Saya baru sadar kalau museumnya udah mau ditutup. Tapi berhubung masih ada beberapa pengunjung yang dateng, jadi puas-puasin dulu deh foto-fotonya. Hehe~ Bagusnya event ini sering-sering diadain. Supaya pemahaman kita akan seni dan budaya dalam negeri dan juga luar negeri bisa makin luas.

10.18.2009

Keliling Indonesia dalam Satu Hari!

Diposting oleh mii di 21.28 0 komentar
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya sih waktu hari pertama Lebaran, saya jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Waktu itu cuma sempet foto-foto nggak jelas karena acaranya pun dadakan. Hehe…

Dan hari Minggu kemarin, saya kembali ke sana bersama kedua teman saya. Tapi kunjungan kami kali ini nggak sekedar untuk berfoto-foto narsis. Untuk kali ini perjalanan kami bisa dibilang jadi study tour, soalnya dapet banyak wawasan :D
Memang nggak semua tempat kami kunjungi, tahu sendiri kan Taman Mini kita segede apa! Untungnya kemarin kami bawa sepeda motor, lumayanlah nggak pegel XD

Tempat pertama yang kami datangi adalah Anjungan Kalimantan Timur. Sebelumnya, kami sempet bingung mau ke mana, malah sempet muter-muter nggak jelas sampai saya pegel sendiri meskipun bawa motor, lagi pula matahari lagi panas-panasnya!

Kembali ke cerita, di anjungan itu sebenarnya (lagi-lagi) kami cuma foto-foto nggak jelas XD
Sayangnya nggak ada tour guide gratis yang bisa jelasin ini-itu. Jadi cukup tahu lah seperti apa bentuk rumah adat di Kal-Tim. Sudah puas jeprat-jepret di sana, kami pergi ke anjungan lain. Saya minta temen-temen ke anjungan kampung halaman saya, Sulawesi Tengah. Dan untungnya letaknya nggak jauh dari anjungan pertama. Yokatta! Sama seperti pertama, nggak ada tour guide jadi cuma ngabisin memori kamera digital dengan gaya-gaya narsis kami hehehe~

Perut memang nggak bisa kompromi, jadi kami langsung cari tempat makan sekalian istirahat. Begitu semua kelar, kami langsung ke anjungan terdekat, Papua! Letaknya bahkan deket banget dari tempat makan kami, cuma di seberang jalan.
Berbeda dari anjungan lain, di sini ada seorang yang berdandan (atau memang suku asli) Papua. Dia duduk di dalam rumah adatnya yang dibentuk dari susunan papan dan beratapkan ijuk, sedang menggetok-getok sesuatu. Sayangnya untuk foto sama dia, kami harus keluar biaya 5 ribu rupiah. Memang dasar nggak pengen keluar duit, saya curi-curi kesempatan foto orang itu hehe… berhasil! XD
Di anjungan ini juga ada sebatang pohon beringin yang ditanam oleh Mrs. Joan Adams Mondale, istri wakil Presiden Amerika, pada 6 Mei 1978. Ajaib juga untuk pohon yang usianya sudah lebih dari 30 tahun memiliki batang yang tetap berukuran kecil, dan dibentuk jadi bonsai raksasa. Kalau penasaran, silakan lihat sendiri! ^^
Tujuan selanjutnya, Taman Burung! Dan bagusnya, letaknya juga nggak jauh dari anjungan Papua, dan memang cuma di depannya kok. Kayaknya hari ini kami lagi beruntung, tiket masuk dapet potongan harga, yang tadinya per orang dikenakan biaya 10 ribu rupiah, kemarin itu kami cukup bayar setengah harga! Tapi itu karena memang kami datang sore haha…
Di Taman Burung sepi banget, cuma ada sepasang pengunjung lain selain kami bertiga. Di sana berisi cukup banyak spesies unggas, ada sekitar 200 jenis yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri. Di antaranya elang, kakak tua, burung hantu, gagak, ayam mutiara, bangau, cendrawasih, merak.
Nggak jauh dari pintu masuk kandang burung raksasa, kami menemukan seekor burung merak jantan. Senangnya waktu dia mengembangkan ekornya yang terkenal indah dan menawan itu! Nggak mau sia-siain kesempatan, saya langsung ambil kamera dan mulai jepret-jepret. Dia memutar ke kanan, ke kiri, seolah tahu dia lagi difoto :D sugoi! Indah banget! Sayangnya saya nggak bisa foto deket-deket mereka T-T, mereka agak sulit didekati.
Rupanya merak itu lagi memikat merak betina di depannya. Dia berusaha menarik perhatian si betina dengan keindahan ekornya. Cantik sekali! Sayangnya itu cuma dilakukannya saat musim kawin, hanya sekitar 6 bulan. Setelah itu bulu-bulunya akan rontok, hingga tumbuh kembali setelah 6 bulan berikutnya. Merak yang habitatnya di Pulau Jawa punya ciri khas dengan warna bulunya yang hijau, sedangkan merak yang berasal dari negara lain, Malaysia misalnya, warnanya lebih kebiruan.
Ada lagi satu unggas yang membuat kami tertarik, ayam mutiara. Tubuhnya mirip ayam potong yang berbentuk agak bulat dan gemuk, dengan jengger yang sedikit lebih panjang dan lebih merah dari ayam biasa. Bulunya hitam keabuan dan putih. Habitatnya di Afrika, di Papua juga sudah ada.
Berhubung hari sudah sore, kami pun memutuskan untuk pulang. Padahal saya masih ingin lihat-lihat lebih banyak lagi spesies-spesies unggas itu. Lucunya, ada seekor burung kakak tua yang menyebut-nyebut nama temen saya hahaha…

Perjalanan ini cukup menyenangkan. Kami yang tadinya datang cuma dengan niat foto-foto, malah dapet ilmu. Memang banyak yang bisa kamu dapatin di TMII. Sayangnya tempat itu kayaknya masih lebih diminati buat pacaran dan sekedar rekreasi aja. Ya, kami lah salah satu contohnya XD. Tapi dari sana kami banyak belajar. Lain kali mau datang ke TMII lagi, mungkin dengan tujuan study tour beneran. ^^
Kalau kamu punya impian keliling Indonesia yang belum kesampaian, datang aja ke TMII. Semua tentang Indonesia ada di sini, mulai dari geografis, budaya, kesenian, sejarah, dan masih banyak lagi (kesannya jadi promosi XD). Karena saya cinta Indonesia! ;)
 

doremii dori! Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea